SURYA.CO.ID - Alqeshira Najma Feyza, merupakan penerima Beasiswa Indonesia Maju program S1 Luar Negeri angkatan 1.

Ia mendapat kesempatan kuliah gratis di Program Applied Science (Engineering) di University of British Columbia, Kanada.

Sebelum berada di posisi ini, Alqe-sapaan akrabnya, mengalami masa sulit semasa duduk di bangku sekolah.

Semasa sekolah dasar (SD), Alqe menjadi korban bully yang menyebabkan dirinya harus pindah sekolah.

"Mungkin karena aku dulu terlalu pemalu, penakut, dan pendiam banget, waktu SD aku sering di-bully oleh teman sekelas. Enggak hanya verbal, aku pernah didorong ke sudut meja," ucap dia, dikutip dari Kompas.com.

"Tidak hanya itu, aku pernah dipermalukan oleh guru di depan kelas dan ditertawakan teman-temanku karena tidak bisa menjawab pertanyaan di papan tulis."

"Karena dirasa lingkungan sekolah tidak mendukung, akhirnya aku memutuskan pindah sekolah," tambahnya.

Walaupun melewati masa-masa yang buruk, Alqe tidak menyerah begitu saja.

Ia terus berjuang membuktikan kemampuannya.

"Pengalam direndahkan orang lain awalnya bikin aku down, tapi aku enggak mau nyerah dengan keadaan."

"Aku justru jadi punya ketahanan mental, empati, bisa memegang prinsip, dan belajar untuk tidak memperdulikan apa kata orang."

"Aku ngerasa lebih baik dan aku punya mimpi besar yang harus aku wujudkan," tutur Alqe.

Di sekolah baru, ia mulai bangkit dengan menyusun cita-cita secara matang.

Hingga duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA), dia sibuk ikut berbagai kompetisi dan organisasi.

Lulus SMA, ia mendapat info mengenai beasiswa di luar negeri. 

"Pas baca pengumuman itu, aku seneng banget, aku langsung menyusun hal yang bisa aku tonjolkan di proses pendaftaran."

"Kalau sudah ada kesempatan kayak gini, aku harus memanfaatkannya dengan baik," tutur Alqe.

Saat resmi diterima di University of Columbia, Alqe mulai rutin mengikuti kompetisi bidang penelitian.

Alqe mengikuti Kompetisi Engineering Design dan terpilih menjadi volunteer pada Konferensi tahunan Multidisciplinary Undergraduate Research Conference (MURC) di Kanada.

“Di sini aku juga bisa melanjutkan passion-ku di bidang penelitian.

Aku ikut lomba pertamaku di Kanada, yaitu kompetisi Engineering Design."

"Aku juga terpilih menjadi volunteer pada Konferensi tahunan Multidisciplinary Undergraduate Research Conference (MURC)."

"Kampus juga support banget di bidang penelitian, dan kita bisa dihubungkan dengan mentor atau dosen melalui Undergraduate Research Opportunity (URO)," ujar Alqe.

Alqe juga menambahkan pesan untuk anak-anak lain yang sedang berjuang untuk mimpinya agar jangan takut punya mimpi besar.

"Aku bisa ada di posisi sekarang karena mimpi besar yang aku jabarkan ke langkah-langkah kecil untuk mewujudkannya."

"Jangan takut juga buat keluar dari zona nyaman kita supaya bisa lebih berkarya. Fokus pada kekuatan yang kita miliki dan pada yang bisa kita kendalikan," tutup Alqe.

Baca Lebih Lanjut
Kerja Sambil Kuliah Demi Selesaikan S1, Ariiq Kini Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Unair
Detik
10 Beasiswa di Timur Tengah Tanpa Kewajiban Pulang ke Indonesia, Jenjang S1 hingga S3
Sindonews
Kisah Inspiratif Rifky Bujana Bisri, Anak Driver Ojol Bisa Kuliah di University of British Columbia
Erik S
Sosok Fradita Andini Gadis Tewas Kecelakaan di Boom Baru Palembang, Dikenal Gadis Periang
Moch Krisna
Pilu Siswi SMP di Surabaya, Disetubuhi Teman Sebaya, Direkam Hingga Dibully
BASRA (Berita Anak Surabaya)
Karyawan di Sudirman Dibully hingga Dianiaya Rekan Kerja, Mata Dipukul Sampai Nyaris Buta
Rr Dewi Kartika H
Pemuda di Kendari Sulawesi Tenggara Sempat Melarikan Diri ke Kalimantan Usai Setubuhi Gadis 15 Tahun
Sitti Nurmalasari
Sosok Pelaku Persetubuhan Pacar Adiknya Sendiri di Kendari, Ditangkap Setahun Kemudian
Amelda Devi Indriyani
Curhat Aktor Tengku Firmansyah yang Banting Setir Jadi Tukang Besi di Kanada: Enak Jadi Orang Biasa
Salma Dinda Regina
Gelar Konser Amal buat Beasiswa, Rektor IPB: Mahasiswa Tak Boleh DO Gegara Kurang Uang
Detik